Saturday, January 4, 2014

Effort is Another Word for Miracle

Diposkan oleh Aljazary di 12:40 AM
Memang sangat menyenangkan berada dilingkungan orang-orang yang menyayangi dan memperhatikan aku, terlebih lagi aku adalah putri satu-satunya. terkadang aku sangat malas keluar dari zona nyaman ini. tapi kadang pula aku bosan dan ingin mencoba tantangan baru, meskipun orang-orang menganggap aku mandiri dan bertanggung jawab. hanya karena aku selalu mengurus pendidikan ku sendiri, sejak mendaftar SMP hingga aku bekerja. selama SMP, ayah hanya datang ke sekolah saat pengambilan rapor, itupun bila peringkat ku masuk 3 besar. karena itu aku harus belajar keras agar aku mampu mempertahankan peringkatku di 3 besar.


 selama SMA, ayah hanya datang saat rapat sebelum ujian nasional saja bahkan saat perayaan kelulusan ku tidak datang. kuliah pun aku nekat berangkat sendiri ke pulau sebrang (bandung), yang sekalipun belum pernah aku kunjungi. mulai dari mencari kost, mendaftar, hingga mengurus dokumen-dokumen lain aku lakukan sendiri. orang tua ku hanya datang untuk pertama dan terakhir kali saat aku wisuda dengan predikat 5 besar dijurusan ku. syukurlah aku tidak perlu menunggu lama untuk mendapatkan pekerjaan, bahkan sebelum wisuda pun aku sudah ditawari beberapa pekerjaan. tapi aku ingin mendapatkan pekerjaan dari proses yang aku jalani dengan usaha ku. ternyata Allah menjawab doa ku, tepat sehari setelah aku sidang, aku mengirimkankan curriculum vitae ke perusahaan impian ku. 3 hari setelahnya aku dipanggil psikotest dan interview psikolog. aku sudah siap untuk ini, perusahaan dengan standar international pasti sulit untuk menembusnya. aku harus melewati serangkaian tes yang begitu panjang dan lama. bahkan disaat -saat akhir aku hampir putus asa, karena tidak ada panggilan setelah aku medical check up, ku pikir aku gagal. ternyata Allah Maha Tahu segalanya, aku lolos untuk posisi yang aku ambil meskipun aku berstatus training dan dievaluasi setiap 3 bulan sekali, aku sangat bersyukur.
Semua yang kulakukan adalah kemauan ku, aku yang memang menolak untuk didampingi dan selalu diurus. aku ingin mengurus diri ku sendiri, aku ingin mandiri, aku ingin berguna untuk orang lain, dan aku ingin membuktikan bahwa aku mampu, aku tak semanja yang orang-orang pikirkan, aku mampu membuat orang tua ku bangga. dan suatu saat nanti, aku mampu berdiri diatas kaki ku dalam kesuksesan.

" lagi ngape Bu?"

"ehh..pak omen ngagetin aja. nggak kok pak, ini lagi ngetik-ngetik aja", balasku sambil kelagapan karena kaget.

"udah sore Bu, buru pulang. liat noh udeh mau ujan", sambil monyongin bibir pak omen kelihatan sangat lucu dengan logat asli betawinya.

"iya pak, sebentar lagi juga pulang kok. lahh..bapak kenapa belum pulang?"

"lah..ibu bagimane sih, pan bapak OB ya jatahnya pulang belakangan. beres-beres dulu. udeh ye bu, mau lanjutin nih. awas loh ntar ada penampakan dipojok..hahaha ", perut gembulnya berdisko sembari ngeloyor ke atas membawa kain pel.



Kadang aku berpikir bahwa orang yang ku kira hidupnya susah, justru malah bahagia dengan keadaannya, bisa tertawa lepas tanpa beban. kenapa bisa begitu ya?
karena mereka banyak bersyukur? atau mereka tidak punya target untuk penghidupan yang lebih baik? atau tipe orang yang cepat puas atas apa yang didapat? atau mungkin mereka orang yang easy going?

"Man yazra yahsud", siapa yang menanam, dia menuai.

Ahh ntah lah, yang aku tahu adalah setiap kerja keras yang disertai doa tidak akan mungkin sia-sia tanpa hasil. Allah akan memberikan imbalan yang jauh lebih baik dari apa yang kita harapkan. hanya saja kita perlu sabar. karena Allah Maha Tahu atas hamba-hamba-Nya. aku jadi teringat sesuatu...

"man shabara zhafira", siapa yang bersabar akan beruntung.

kesabaran dan sekali lagi kesabaran...satu kata yang sangat mudah diucapkan tap sangat amat sulit diamalkan. salah satunya adalah aku yang pemarah dan gampang sekali "ngambek" karena suatu hal.

0 komentar:

Post a Comment

 

CURAHAN HATI Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review